News Update
- Sate Petir Pak Nano: Disambar Sate Petir Racikan Pak Nano yang Bikin Ketar-ketir
- Sagoo Kitchen: Gurih Mantap! Nasi Goreng Kunyit Ayam Bledos di Resto Jadoel
- Melewati Garut? Jangan Lupa Makan Enak Dulu di 5 Tempat Ini
- Hotel Indonesia Natour Raih Penghargaan dari ITTA Foundation
- Beda Tahu Petis Bandung yang Dicicip Jokowi dengan Tahu Petis Semarang
- Redjeki Kuliner: Malas Masak? Pesan Saja Ayam Goreng dan Sayur Lodeh Enak Ini
- Sumber Bestik Pak Darmo: Empuk Gurih Bestik Lidah yang Menggoyang Lidah
- Waroeng Keroepoek : Menikmati Wedang Bergaya Kekinian di 'Cafedangan'
Agrowisata di Nabire
- Kabupaten Asmat
- Kabupaten Biak Numfor
- Kabupaten Boven Digoel
- Kabupaten Dogiyai
- Kabupaten Jayapura
- Kabupaten Jayawijaya
- Kabupaten Keerom
- Kabupaten Kepulauan Yapen
- Kabupaten Lanny Jaya
- Kabupaten Mamberamo Raya
- Kabupaten Mamberamo Tengah
- Kabupaten Mappi
- Kabupaten Merauke
- Kabupaten Mimika
- Kabupaten Nabire
- Kabupaten Nduga
- Kabupaten Paniai
- Kabupaten Pegunungan Bintang
- Kabupaten Puncak
- Kabupaten Puncak Jaya
- Kabupaten Sarmi
- Kabupaten Supiori
- Kabupaten Tolikara
- Kabupaten Waropen
- Kabupaten Yahukimo
- Kabupaten Yalimo
- Kota Jayapura
Jeruk di Bumiwonorejo
Bumiwonorejo yang berada di sisi selatan Kota Nabire awalnya merupakan daerah yang terpencil dan berada di tengah hutan. \"Dulu untuk sampai ke Bumiwonorejo, orang harus melewati jalan setapak di tengah hutan,\" tutur Markus Susilo, warga Nabire. Namun, sejak perkembangan kawasan itu menjadi pusat perkebunan jeruk di Nabire, jalan setapak tersebut saat ini menjadi salah satu jalan utama di Nabire. Jalan itu juga menghubungkan Kota Nabire dengan daerah-daerah di sebelah selatan dan barat Nabire, yang merupakan pusat-pusat penghasil beras dan sayur-mayur serta hasil
perkebunan lainnya, seperti cokelat dan kayu. Menuju tempat ini dapat dicapai dengan kendaraan roda 2 dan empat sekitar 1 jam dari pusat kota.
Jeruk Nabire berciri kulitnya halus, berwarna kuning kehijau-hijauan. Harum baunya tidak menusuk, namun lembut dan segar. Kesegaran dan kekhasan bau harum buah jeruk begitu terasa ketika kulitnya yang lembut dikupas. Daging buahnya tebal dan berair. Jeruk Nabire, begitu orang mengenalnya. Rasa buah jeruk ini sangat khas, merupakan perpaduan rasa manis, sedikit asam, dan segar. Tak salah, jeruk Nabire saat ini mulai merambah berbagai pasar di luar Nabire, mulai dari Jayapura, Sorong, Manokwari, hingga Manado dan Surabaya.
Perkembangan perkebunan jeruk ini, sebenarnya bermula dari inovasi seorang warga transmigran asal Purworejo bernama Madiyo. Madiyo meninggal beberapa tahun lalu. Sebelumnya tak pernah dibayangkan oleh keluarga almarhum Madiyo bahwa usaha pertanian mereka akan mengubah sebagian besar wajah Kota Nabire. Bahkan, kepeloporan Madiyo membuat Nabire menjadi pusat penghasil buah jeruk terkemuka di Papua.
Salak di Sanoba
Selain jeruk, Nabire juga terkenal dengan hasil salaknya. Anda merasa tidak lengkap
berkunjung ke kabupaten ini jika tidak merasakan atau pulang tanpa membawa salak
sebagai buah tangan. Di Perkebunan Salak di Sanoba, masyarakat sudah menyiapkan
paket-paket bungkusan salak dengan harga terjangkau. Selain itu lokasi ini menyajikan
pemandangan kebun salak yang amat indah dan akan membuat kita tertarik untuk segera memetik dan menikmati kelezatannya. Sama halnya dengan Jeruk, potensi salak Nabire bila musimnya tiba membanjiri pasar-pasar terutama pasar-pasar di Papua, seperti Biak, Manokari dan Jayapura.
Kini sepatutnyalah jika potensi jeruk dan salak Nabire lebih dikembangkan lagi. Kawasan ini sangat potensial untuk dikembangkan menjadi tujuan agrowisata, ataupun dilakukan pengembangan menjadi kawasan industri berbasis jeruk dan salak. Dengan demikian petani dan masyarakat sekitar akan mendapat nilai tambah dan terjadi multiplier effect dari kegiatan tersebut.
Bumiwonorejo yang berada di sisi selatan Kota Nabire awalnya merupakan daerah yang terpencil dan berada di tengah hutan. \"Dulu untuk sampai ke Bumiwonorejo, orang harus melewati jalan setapak di tengah hutan,\" tutur Markus Susilo, warga Nabire. Namun, sejak perkembangan kawasan itu menjadi pusat perkebunan jeruk di Nabire, jalan setapak tersebut saat ini menjadi salah satu jalan utama di Nabire. Jalan itu juga menghubungkan Kota Nabire dengan daerah-daerah di sebelah selatan dan barat Nabire, yang merupakan pusat-pusat penghasil beras dan sayur-mayur serta hasil
perkebunan lainnya, seperti cokelat dan kayu. Menuju tempat ini dapat dicapai dengan kendaraan roda 2 dan empat sekitar 1 jam dari pusat kota.
Jeruk Nabire berciri kulitnya halus, berwarna kuning kehijau-hijauan. Harum baunya tidak menusuk, namun lembut dan segar. Kesegaran dan kekhasan bau harum buah jeruk begitu terasa ketika kulitnya yang lembut dikupas. Daging buahnya tebal dan berair. Jeruk Nabire, begitu orang mengenalnya. Rasa buah jeruk ini sangat khas, merupakan perpaduan rasa manis, sedikit asam, dan segar. Tak salah, jeruk Nabire saat ini mulai merambah berbagai pasar di luar Nabire, mulai dari Jayapura, Sorong, Manokwari, hingga Manado dan Surabaya.
Perkembangan perkebunan jeruk ini, sebenarnya bermula dari inovasi seorang warga transmigran asal Purworejo bernama Madiyo. Madiyo meninggal beberapa tahun lalu. Sebelumnya tak pernah dibayangkan oleh keluarga almarhum Madiyo bahwa usaha pertanian mereka akan mengubah sebagian besar wajah Kota Nabire. Bahkan, kepeloporan Madiyo membuat Nabire menjadi pusat penghasil buah jeruk terkemuka di Papua.
Salak di Sanoba
Selain jeruk, Nabire juga terkenal dengan hasil salaknya. Anda merasa tidak lengkap
berkunjung ke kabupaten ini jika tidak merasakan atau pulang tanpa membawa salak
sebagai buah tangan. Di Perkebunan Salak di Sanoba, masyarakat sudah menyiapkan
paket-paket bungkusan salak dengan harga terjangkau. Selain itu lokasi ini menyajikan
pemandangan kebun salak yang amat indah dan akan membuat kita tertarik untuk segera memetik dan menikmati kelezatannya. Sama halnya dengan Jeruk, potensi salak Nabire bila musimnya tiba membanjiri pasar-pasar terutama pasar-pasar di Papua, seperti Biak, Manokari dan Jayapura.
Kini sepatutnyalah jika potensi jeruk dan salak Nabire lebih dikembangkan lagi. Kawasan ini sangat potensial untuk dikembangkan menjadi tujuan agrowisata, ataupun dilakukan pengembangan menjadi kawasan industri berbasis jeruk dan salak. Dengan demikian petani dan masyarakat sekitar akan mendapat nilai tambah dan terjadi multiplier effect dari kegiatan tersebut.

Provinsi
